SENSOR DAN TRANDUCER
1. Fungsi Sensor dan Tranducer
Dalam kaitannya dengan sistem elektronis, Sensor dan transduser pada dasarnya dapat di¬pandang sebagai sebuah perangkat atau device yang berfungsi mengubah suatu besaran fisik menjadi besaran listrik, sehingga keluarannya dapat diolah dengan rangkaian listrik atau sistem digital (lihat Gambar 1.1). Dewasa ini, hampir seluruh peralatan modern memiliki sensor di dalamnya.
Wys tans plasings met die etiket Materi. Wys alle plasings
Wys tans plasings met die etiket Materi. Wys alle plasings
Donderdag 02 Mei 2013
Pengaturan Tegangan Pada Generator
PENGATURAN TEGANGAN PADA GENERATOR
Output tegangan yang dihasilkan harus selalu konstan agar peralatan listrik yang disuplai oleh generator tidak cepat rusak. Oleh karena itu diperlukan suatu alat untuk mengatur tegangan pada nilai yang diinginkan. Tegangan dari simpul di GI dan tegangan di Pusat Listrik bersama –sama membentuk profil tegangan sistem. Berbeda dengan frekuensi yang sama dalam semua bagian sistem, tegangan tidak sama dalam setiap bagian sistem sehingga pengaturan tegangan lebih sulit dibandingkan dengan pengaturan frekuensi.
Output tegangan yang dihasilkan harus selalu konstan agar peralatan listrik yang disuplai oleh generator tidak cepat rusak. Oleh karena itu diperlukan suatu alat untuk mengatur tegangan pada nilai yang diinginkan. Tegangan dari simpul di GI dan tegangan di Pusat Listrik bersama –sama membentuk profil tegangan sistem. Berbeda dengan frekuensi yang sama dalam semua bagian sistem, tegangan tidak sama dalam setiap bagian sistem sehingga pengaturan tegangan lebih sulit dibandingkan dengan pengaturan frekuensi.
Pengertian Gelombang Dan Bunyi
GELOMBANG DAN BUNYI
1. Pengertian Gelombang
Gelombang adalah gejala dari perambatan usikan (gangguan) di dalam suatu medium. Pada peristiwa rambatan tersebut tidak disertai dengan perpindahan tempat yang permanen dari materi – materi medium. Rambatan dari usikan (gangguan) itu merupakan rambatan energi.
Woensdag 01 Mei 2013
Macam-Macam Pengukuran Listrik
PENGUKURAN
Di setiap melakukan pengukuran selalu saja terdapat error pada hasil pengukuran tersebut Misalnya, kita akan mendapatkan hasil yang tidak benar‐benar sama dari beberapa kali pengulangan pengukuran nilai tegangan dari terminal yang sama dengan Voltmeter. Lantas, bagaimana cara mengetahui error pengukuran sehingga nilai yang sebenarnya dapat diperoleh? Adadua parameter yang berkaitan dengan error pengukuran tersebut, yaitu akurasi dan presisi.
Di setiap melakukan pengukuran selalu saja terdapat error pada hasil pengukuran tersebut Misalnya, kita akan mendapatkan hasil yang tidak benar‐benar sama dari beberapa kali pengulangan pengukuran nilai tegangan dari terminal yang sama dengan Voltmeter. Lantas, bagaimana cara mengetahui error pengukuran sehingga nilai yang sebenarnya dapat diperoleh? Adadua parameter yang berkaitan dengan error pengukuran tersebut, yaitu akurasi dan presisi.
Dasar-Dasar Ilmu Bahan Listrik
Ilmu Bahan Listrik - Dasar
Suatu bahan dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan berdasarkan wujud tersebut dalam teknik listrik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Bahan Penghantar (konduktor)
2. Bahan Penyekat (isolator/insulator)
3. Bahan Setengah Penghantar (semi konduktor)
4. Bahan Magnetis.
5. Bahan Super Konduktor.
6. Bahan Nuklir.
Suatu bahan dapat berbentuk padat, cair, atau gas. Wujud bahan tertentu juga bisa berubah karena pengaruh suhu. Selain pengelompokkan berdasarkan wujud tersebut dalam teknik listrik bahan-bahan juga dapat dikelompokkan sebagai berikut.
1. Bahan Penghantar (konduktor)
2. Bahan Penyekat (isolator/insulator)
3. Bahan Setengah Penghantar (semi konduktor)
4. Bahan Magnetis.
5. Bahan Super Konduktor.
6. Bahan Nuklir.
Teken in op:
Plasings (Atom)

